Dalam kehidupan sehari-hari, makan adalah salah satu
nikmat terbesar yang dianugerahkan Allah SWT kepada manusia. Kita makan untuk
mengisi energi, menjaga kesehatan, dan menikmati lezatnya rezeki yang Allah
sediakan di bumi. Namun, Islam tidak hanya mengajarkan kita untuk mensyukuri
makanan, tetapi juga mengatur cara kita makan, termasuk larangan untuk
makan berlebihan hingga terlalu kenyang.
Mungkin kita sering mendengar ungkapan, "Makanlah
sebelum lapar, berhentilah sebelum kenyang." Kalimat ini sangat populer
dan banyak dikaitkan dengan anjuran Rasulullah SAW. Prinsip sederhana ini
sebenarnya mengandung hikmah yang sangat besarbaik bagi tubuh, pikiran, maupun
spiritualitas kita sebagai seorang Muslim.
Lalu, mengapa Islam melarang kita untuk makan
berlebihan atau terlalu kenyang? Yuk, kita bahas secara santai tapi
mendalam.
1. Larangan Berlebih-lebihan (Isrāf)
dalam Al-Qur’an
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT dengan tegas melarang sikap
berlebihan dalam segala hal, termasuk dalam urusan makan. Allah berfirman:
"Makan dan minumlah, tetapi jangan
berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
berlebih-lebihan."
(QS. Al-A’raf: 31)
Ayat ini menjadi landasan utama mengenai adab makan
dalam Islam. Kita boleh makan apa saja yang halal dan baik, tetapi Allah
mengingatkan agar tidak melampaui batas. Dalam bahasa Islam, berlebihan disebut
isrāf, dan itu termasuk perilaku yang tidak disukai Allah.
Makan berlebihan menunjukkan kurangnya kontrol diri
dan kurangnya rasa syukur atas nikmat Allah. Bahkan Imam Al-Ghazali menjelaskan
bahwa perut yang terlalu penuh justru membuat seseorang malas beribadah dan
mudah dikuasai hawa nafsu.
2. Makan Berlebihan Mengganggu
Kesehatan
Jika kita melihat dari perspektif kesehatan, larangan
Islam ini sejalan dengan ilmu medis modern. Makan sampai sangat kenyang bisa
menyebabkan berbagai dampak negatif bagi tubuh, seperti:
• Gangguan pencernaan
Perut manusia memiliki kapasitas yang terbatas. Ketika
kita memaksanya dengan makanan berlebihan, sistem pencernaan bekerja ekstra
keras dan menyebabkan ketidaknyamanan, bahkan rasa sakit.
• Obesitas dan penyakit metabolik
Konsumsi kalori berlebih adalah penyebab utama
obesitas. Obesitas sendiri dapat memicu penyakit seperti diabetes, hipertensi,
dan kolesterol tinggi.
• Menurunkan kualitas tidur
Sering makan terlalu kenyang malam-malam? Jangan heran
kalau tidur jadi tidak nyenyak. Perut yang penuh membuat tubuh bekerja lebih
keras sehingga kualitas tidur menurun.
Semua ini merupakan bukti bahwa aturan Islam selalu
relevan dengan kesehatan tubuh manusia, bahkan sejak sebelum dunia
kedokteran modern berkembang.
3. Sunnah Nabi: Menjaga Keseimbangan
dan Moderasi
Rasulullah SAW dikenal memiliki gaya hidup yang
sederhana dan moderat, termasuk dalam hal makan. Dalam sebuah hadits riwayat
At-Tirmidzi, Rasulullah bersabda:
"Tidak ada bejana yang lebih buruk diisi oleh
manusia selain perutnya. Cukuplah bagi manusia makan beberapa suap untuk menegakkan
tulang punggungnya. Jika harus (lebih dari itu), maka sepertiga untuk makanan,
sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk udara."
Hadits ini menjadi panduan yang sangat terkenal
tentang cara makan sehat menurut Islam. Rasulullah tidak menganjurkan porsi
besar, melainkan cukup untuk memberi kekuatan pada tubuh.
Kalau kita perhatikan, konsep 1/3 makanan, 1/3
minuman, 1/3 udara ini sejalan dengan prinsip gizi modern tentang portion
control.
4. Makan Berlebihan Mengurangi
Kualitas Ibadah
Banyak ulama menekankan bahwa makan terlalu kenyang
bisa menghilangkan rasa khusyuk dalam ibadah. Kenapa?
• Perut penuh membuat tubuh malas
Saat kenyang sekali, tubuh menjadi berat, rasa kantuk
muncul, dan semangat untuk beraktivitas menurun.
• Mengurangi kepekaan spiritual
Imam Asy-Syafi’i pernah mengatakan bahwa kenyang
membuat hati keras dan mata tidak bisa menangis (kurang sensitif dalam ibadah).
• Mengganggu konsentrasi
Coba bayangkan shalat tarawih atau membaca Qur’an
setelah makan besar. Rasanya pasti tidak fokus.
Maka tidak heran, banyak ulama sufi dan ahli ibadah
yang sangat menjaga pola makan mereka agar tidak menghalangi ibadah dan kedekatan
dengan Allah.
5. Makan Berlebihan Mengikis Empati
pada Sesama
Saat kita makan hingga sangat kenyang, apalagi makanan
mewah, terkadang kita lupa bahwa di luar sana masih banyak orang yang kesulitan
makan. Perasaan kenyang berlebihan sering kali membuat seseorang lupa berbagi,
bahkan membuat hati menjadi keras dan kurang peka terhadap penderitaan orang
lain.
Dengan mengatur pola makan, Islam ingin menumbuhkan rasa
empati, kepedulian, dan kesadaran sosial. Kita diingatkan untuk tidak hanya
menikmati makanan, tetapi juga memikirkan mereka yang kekurangan.
6. Hikmah Spiritual: Menguatkan
Kontrol Diri
Salah satu tujuan penting dari ajaran Islam adalah
membentuk karakter yang kuat, termasuk kemampuan menahan diri dari
hal-hal yang berlebihan.
Ketika kita mampu mengontrol makan, kita bisa lebih
mudah mengontrol:
- hawa
nafsu
- amarah
- rasa
malas
- keinginan
duniawi
Orang yang bisa mengendalikan perutnya, kata para
ulama, akan lebih mudah mengendalikan hatinya. Inilah sebabnya ibadah puasa
dalam Islam memiliki dampak besar pada pembentukan pribadi seorang Muslim.
7. Islam Mendorong Pola Makan
Seimbang dan Teratur
Larangan makan berlebihan tidak berarti Islam melarang
kita menikmati makanan enak. Tidak sama sekali! Tetapi Islam mengajarkan:
- makan
makanan halal dan baik (halalan thayyiban)
(QS. Al-Baqarah: 168) - tidak
berlebihan dalam makan
(QS. Al-A'raf: 31) - tidak
merasa terlalu rakus atau tamak
(QS. Al-Furqan: 67 — “dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak boros dan tidak (pula) kikir…”) - bersyukur
atas nikmat makanan
(QS. An-Nahl: 114)
Dengan menjaga pola makan seperti ini, kita akan
memiliki tubuh yang sehat, pikiran yang jernih, dan hati yang lebih tenang.
Kesimpulan
Islam adalah agama yang sangat memperhatikan
keseimbangan hidup manusia, baik jasmani maupun rohani. Larangan makan terlalu
kenyang atau berlebihan bukan hanya aturan tanpa alasan, tetapi penuh dengan
hikmah besar:
- menjaga
kesehatan
- meningkatkan
kualitas ibadah
- mendorong
empati
- melatih
kontrol diri
- menumbuhkan
rasa syukur
Dengan mengikuti ajaran ini, kita bisa menjalani hidup
yang lebih sehat, lebih teratur, dan lebih dekat kepada Allah SWT.

0 Comments