Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Kesabaran Dalam ISLAM : Kesabaran yang Membentuk

Hati Dalam hidup ini, nggak ada satupun dari kita yang bisa lolos dari ujian. Kadang ujiannya datang berupa kesedihan, kehilangan, sakit, atau bahkan orang-orang yang menguji emosi kita. Tapi kadang juga, ujian datang melalui hal-hal yang kita inginkan seperti rezeki, jabatan, atau kesempatan yang besar. Di dalam Islam, semua itu adalah bagian dari perjalanan kita menuju Allah. Dan salah satu sifat utama yang paling sering Allah sebut dalam Al-Qur’an untuk menghadapi perjalanan hidup ini adalah sabar.
.
Kesabaran bukan cuma tentang menahan emosi saat marah. Kesabaran adalah seni menjalani hidup dengan tenang, penuh kontrol diri, dan tetap yakin bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya. Karena itu, sabar dalam Islam bukan pasif, bukan menyerah, dan bukan diam tanpa usaha. Sabar adalah sikap aktif, bijaksana, berdasar iman, dan penuh harapan kepada Allah. .

Matahari Terbenam.  Ilustrasi
Matahari Terbenam.  Ilustrasi



Apa Itu Sabar dalam Islam? .
Dalam bahasa Arab, kata sabar berasal dari kata ṣabara, yang artinya menahan, mengendalikan diri, tetap teguh, dan bertahan. Dalam Islam, sabar mencakup tiga dimensi penting: 

1. Sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah. Contohnya: shalat tepat waktu, menahan kantuk saat sahur dan puasa, menahan diri dari malas membaca Al-Qur’an. 
2. Sabar dalam menjauhi larangan Allah. Seperti sabar tidak membalas hinaan, sabar menahan keinginan yang tidak halal, atau sabar menjaga lisan agar tidak menyakiti orang lain. 
3. Sabar ketika menghadapi ujian kehidupan. Ini yang paling sering kita alami: kehilangan orang yang dicintai, kecewa, sakit, gagal, atau saat doa belum dikabulkan. .
Allah mengingatkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 153: .
.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ “Wahai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” Ayat ini bukan sekadar pengingat, tapi juga janji. Allah bersama orang yang sabar bukan hanya mengawasi, tetapi menyertai, menolong, menguatkan, dan memberi jalan keluar.


.
.
Mengapa Sabar Itu Penting? .
Jika kita renungkan, hampir semua hal berharga dalam hidup membutuhkan kesabaran. Menunggu buah matang, menunggu ilmu berkembang, menunggu hasil usaha munculsemua butuh waktu. Begitu pula hidup beragama. Shalat lima waktu, puasa sebulan penuh, belajar memperbaiki diri semuanya proses panjang. .
.
Allah berfirman dalam Surah Az-Zumar ayat 10: .
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ “Sesungguhnya orang-orang yang sabar akan diberikan pahala tanpa batas.” .
.
Tanpa batas. Tidak dihitung. Tidak ditakar. Ini menunjukkan bahwa kesabaran bukan sekadar perilaku baik, tapi jalan istimewa menuju pahala besar yang sangat dicintai Allah. .
.
Sabar itu Berat Dan Itu Wajar.
.
Kalau sabar itu mudah, pasti tidak ada orang yang kehilangan kontrol saat marah, kecewa, atau disakiti. Tapi kenyataannya, sabar itu sulit, karena ia menyangkut hati, ego, dan emosi. .
.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah pernah berkata: .
.
“Kesabaran itu seperti namanya: pahit di awal, tetapi hasilnya lebih manis daripada madu.” Kadang kita sabar beberapa hari, tapi kemudian menyerah. Kadang kita menahan diri untuk tidak marah, tapi hati terasa panas. Kadang kita berdoa lama, tapi belum ada jawaban. Tapi justru di situlah nilai sabar diuji dan diberi pahala. .
.
Bahkan Nabi ﷺ sendiri pun menjalani ujian berat, kehilangan orang yang beliau cintai, dihina, disakiti, bahkan ditolak oleh kaumnya. Tapi beliau selalu memilih sabar. .
.
Bagaimana Agar Kita Bisa Lebih Sabar? .
Sabar bukan bakat. Sabar itu dilatih. Sama seperti kekuatan otot—semakin sering digunakan, semakin kuat ia berkembang. .
.
Berikut beberapa cara melatih sabar: 
1. Ingat Tujuan Hidup: Hidup Ini Sementara Kalau kita sadar bahwa dunia ini sementara dan ada akhirat yang kekal, maka banyak hal kecil tidak akan membuat kita reaktif atau marah. Hidup bukan tentang menang debat, balas dendam, atau selalu terlihat benar—tapi tentang bagaimana kita pulang ke Allah dalam keadaan terbaik. 
2. Yakin Bahwa Allah Tidak Pernah Salah Waktu Doa yang belum terkabul bukan berarti doa tidak didengar. Bisa jadi Allah menunda karena sedang menyiapkan sesuatu yang jauh lebih baik. Allah berfirman dalam Surah Al-Insyirah ayat 5–6: فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” Perhatikan: bukan setelah tapi bersama. Artinya, kemudahan selalu ada hanya saja mungkin belum terlihat. 
3. Jaga Lisan Saat kesal, marah, atau kecewa, seringnya lisannya bergerak duluan, otaknya menyusul belakangan. Sabar artinya menahan diri dari kata-kata yang bisa melukai atau memperbesar masalah. 
4. Perbanyak Istighfar dan Shalat Sabar yang paling kuat datang saat hati dekat dengan Allah. Istighfar membersihkan hati dari gelisah, dan shalat memberikan ketenangan yang tidak diberikan dunia. .
.
Buah Manis dari Sabar.
Saat seseorang belajar sabar, dirinya berubah: • Ia menjadi lebih tenang. • Ia tidak mudah marah. • Ia menjadi lebih berpikir sebelum bertindak. • Ia lebih percaya diri karena tidak dikendalikan emosi. • Ia mendekat kepada Allah, bukan kepada ego. Sabar membuat hidup lebih ringan. Yang dulu dianggap masalah besar, kini hanya angin lewat. Yang dulu membuat kita marah, sekarang hanya senyuman kecil. Dan yang paling indah, sabar membawa kita pada kedewasaan spiritual di mana kita tidak lagi bergantung pada keadaan, tapi pada Allah yang menciptakan keadaan itu. .
.
Penutup: Sabar Itu Cahaya.
.
Rasulullah ﷺ bersabda: .
"Dan sabar itu cahaya." (HR. Muslim) .
.
Cahaya yang menerangi jalan kita ketika hidup terasa gelap. Cahaya yang menenangkan hati ketika pikiran penuh beban. Cahaya yang memandu langkah ketika kita tidak tahu arah. Jadi, jika hari ini kamu sedang berjuang, sedang menahan diri, sedang bertahan, sedang menunggu, atau sedang berusaha ikhlas ingatlah: .
.
Allah melihat. Allah mendengar. Allah tahu. Dan Allah selalu bersama orang yang sabar.


Post a Comment

0 Comments